21 Gambar Burung Enggang – Sang Panglima Burung yang Tinggal Sejara

Wednesday, July 18th, 2018 - Gambar Terbaru

Gambar Burung Enggang – Sang Panglima Burung yang Tinggal Sejarah –  Burung eksotis ini bisa disebut juga dengan hornbill, disebabkan paruhnya mempuyai cula atau tanduk seperti tanduk sapi. Di habitatnya yaitu di Kalimantan, masyarakat dayak dengan suku asli Kalimantan ini menganggap enggang adalah termasuk burung yang dikeramatkan.

Gambar Burung Enggang

Gambar Burung Enggang

Enggang yang termasuk dalam spesies yang dilindungi ini, hampir – hampir saja tak dapat dilepaskan dari kehidupan suku dayak di Kalimantan. Burung Enggang mempunyai makna tersendiri bagi suku dayak yakni menjadi salah satu tanda kedekatan manusia dengan alam sekitar mereka.

Gambar Paruh Burung Enggang

Gambar Paruh Burung Enggang

Mengenal Burung Enggang atau Burung Rangkong

Gagahnya Burung Enggang

Burung Enggang atau Burung Rangkong merupakan jenis burung yang terdiri dari 57 spesies yang tersebar di wilayah Afrika dan Asia. Ke-14 spesies diantaranya ada di Negeri kita tercinta, yakni Indonesia. Jenis enggang yang paling besar berasal dari Kalimantan Barat, dan sering di kenal dengan panggilan burung Enggang Gading. Burung ini oleh pemerintah provinsi Kalimantan Barat dijadikan sebagai maskot provinsi.

Burung Rangkong Muda

Di usia muda, Burung Rangkong ini memiliki paruh dan mahkota yang berwarna putih bersih. Lalu, seiring dengan bertambahnya umur, paruh serta mahkota tersebut berubah menjadi warna merah dan orange. Hal ini dikarenakan sang enggang menggesekkan paruh ke kelenjar sehingga menghasilkan warna orange merah yang terletak di bagian bawah ekor belakangnya.

Makanan favorit rangkong ini adalah daun Ara, tidak hanya itu Burung Enggang tak jarang juga memakan serangga, kadal, tikus, hingga burung kecil. Enggang mempunyai kebiasaan hidup berpasang-pasangan serta cara bertelurnnya yang begitu unik.

Waktu musim bertelur burung enggang dimulai dari bulan April hingga Juli. Pada awal masa bertelur, burung enggang jantan membuat lubang yang terletak tinggi di batang pohon, tujuannya untuk tempat bersarang dan juga bertelurnya betina Rangkong. Dalam masa mengerami telurnya, sang betina akan bersembunyi menutup lubang dengan dedaunan.

Sehingga pada masa tersebut, sang burung jantan akan memberi makan burung betinanya melalui sebuah lubang yang kecil, hal ini akan berjalan selama masa inkubasi dan akan berlanjut hingga anak – anak  mereka tumbuh menjadi burung yang siap hidup di dunia luar.

Namun, kehidupan Burung Enggang Kalimantan sekarang ini diambang kepunahan. Hewan ini adalah termasuk kedalam salah satu hewan yang dilindungi oleh pemerintah disebabkan populasinya yang semakin berkurang. Dengan maraknya perburuan liar, kerusakan hutan, serta alih fungsi hutan alami merupakan faktor utama penyebab diambang punahnya hewan eksotis yang satu ini.

Gambar Burung Enggang Lengkap

Gambar Tarian Burung Enggang

Gambar Tarian Burung Enggang

Contoh Gambar Burung Enggang

Contoh Gambar Burung Enggang

Gambar Burung Enggang Animasi

Gambar Burung Enggang Animasi

Gambar Burung Enggang Badak

Gambar Burung Enggang Badak

Gambar Burung Enggang Batik

Gambar Burung Enggang Batik

Gambar Burung Enggang Gading

Gambar Burung Enggang Gading

Gambar Burung Enggang Hitam Putih

Gambar Burung Enggang Hitam Putih

Gambar Burung Enggang Kalbar

Gambar Burung Enggang Kalbar

Gambar Burung Enggang Kartun

Gambar Burung Enggang Kartun

Gambar Burung Enggang Khas Kalimantan

Gambar Burung Enggang Khas Kalimantan

Gambar Burung Enggang Rangkong

Gambar Burung Enggang Rangkong

Gambar Burung Enggang Terbang

Gambar Burung Enggang Terbang

Gambar Burung Enggang Vector

Gambar Burung Enggang Vector

Gambar Kepala Burung Enggang

Gambar Kepala Burung Enggang

Gambar Lukisan Burung Enggang

Gambar Lukisan Burung Enggang

Gambar Motif Burung Enggang

Gambar Motif Burung Enggang

Gambar Sarang Burung Enggang

Gambar Sarang Burung Enggang

Gambar Sketsa Burung Enggang

Gambar Sketsa Burung Enggang

Gambar Tari Burung Enggang

Gambar Tari Burung Enggang

Apabila hal ini terus saja dibiarkan, maka dampaknya anak cucu kita hanya akan bisa mendegarkan cerita bahwa dulu Kalimantan mempunyai Sang Panglimanya burung, yaitu Burung Enggang.

Loading...
/* */